0

Sekolah DJ Jogja Semarang Solo – Meskipun memiliki nama besar seorang musisi belum tentu dengan mudah mendapatkan tawaran dari label rekaman untuk bisa bergabung. Apalagi jika seorang musisi yang idealisme nya sangat tinggi sehingga tak pernah mau mengikuti trend yang ada namun lebih suka menciptakan trend sendiri. Itu juga yang terjadi dengan nama besar Skrillex hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk membuat label rekaman sendiri yang diberi nama owsla. Saat ini owsla sendiri menjadi label besar dunia dan redaksi Sekolah DJ com telah merangkum profilnya buat kamu.

Skrillex dan labelnya Owsla

Skrillex dan labelnya Owsla

Sejarah Owsla

Owsla merupakan label rekaman Amerika dan kolektif kreatif. Perusahaan ini didirikan oleh Skrillex bersama Tim Smith, Kathryn Frazier, dan Clayton Blaha pada 2011. Skrillex mengumumkan label ini ke dunia pada 17 Agustus 2011. Rilisan pertama label ini adalah Spitfire Porter Robinson. Nama yang diambil dari novel fantasi Richard Adams, Watership Down, yang bercerita tentang sekelompok kelinci anthropomorphized yang tinggal di Sandleford.

Pada tahun 2012, Owsla meluncurkan program langganan bulanan The Nest, disini subscriber bisa mengakses ke awal rilisan Owsla. Pada 2013, Bromance Records bermitra dengan Owsla mendirikan cabang di Amerika yang bernama BromanceUS, dengan rilisan dari Gesaffelstein, Illangelo, Brodinski, dan LOUISAHHH. Setahun kemudian, Owsla meluncurkan Nestivus Charity Campaign, yaitu serangkaian inisiatif liburan dengan semua hasil yang masuk ke organisasi nonprofit musik internasional, Bridges for Music.

logo label owsla yang didirikan skrillex

Logo label Owsla

Di 18 September 2016, Owsla merayakan 5 tahun pendiriannya dengan sebuah pesta di Los Angeles. Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh Owsla, Skrillex berbicara tentang pembentukan Owsla. Dia mengatakan dari musiklah Skrillex memulai semuanya. Manajer Umum Owsla, Blaise De Angelo menegaskan bahwa Skrillex sebelumnya, seperti banyak artis lain, memiliki masalah dengan label rekaman. Karena hal itulah, yang mendasari dia menciptakan label sendiri. Owsla dinobatkan sebagai label yang menaungi artis musik elektronik, yang sulit mendapatkan penawaran label atau sumber daya dan dukungan yang baik.

Porter Robinson Spitfire adalah rilis debut label tersebut. Rilis ini juga diikuti, Zedd’s Shave It, Pursuit and What So Not’s Jaguar yang paling menonjol. Owsla Head of A & R, Chris Morris menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar artis yang akan dikontrak, harus ada gairah dari atas ke bawah, dan menegaskan bahwa owsla adalah perusahaan yang digerakkan oleh seniman.
Pada 5 Mei 2017 lalu, Owsla merilis album kompilasi tahunan yang berjudul Howsla. Hal ini menegaskan bahwa owsla mengacu pada bassline house gaya dari Inggris bagian utara, yang dibedakan oleh melodi low-end, dan dentuman drum yang khas.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa, Skrillex, merupakan pribadi yang cukup liar dalam pengambilan-pengambilan keputusannya. Terlihat dari ketidaknyamanannya ketika harus masuk dalam sebuah label dimiliki orang lain, dia lebih memilih untuk membuat label sendiri. Tentu keputusan yang patut diacungi jempol oleh tim sekolahdj.com, karena dia bisa menjadi role model bagi kalian yang tidak ingin bernaung dibawah label orang lain. Nah begitulah bahasan kita kali ini mengenai Label Owsla yang diulas oleh redaksi Sekolah DJ ( Sekolah DJ Jogja Semarang Solo ).

Mengenal Fungsi Crossfader Pada Mixer DJ

Previous article

Video: 5 Festival Dance Music Terbaik di Dunia versi Sekolah DJ

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in News