Belanda emang udah terkenal jadi rumah buat banyak DJ/produser kelas superstar, dan kali ini kita bahas salah satu yang terbaik dari negara tersebut: artis house dan techno, Joris Voorn. Dia udah DJ-an sejak akhir 1990-an, dan hit terobosannya di 2004, “Incident”, berhasil melambungkan namanya ke panggung global.
Sejak itu, Joris udah me-remix banyak artis mulai dari Dua Lipa sampai Underworld, dan merekam untuk berbagai label ternama, termasuk Cocoon, Global Underground, fabric, dan trilogi labelnya sendiri: Green, Rejected, dan Spectrum. Nama Joris Voorn identik dengan melodi yang emosional dan chord besar, dan kalian bakal nemuin banyak banget elemen itu di album terbarunya, “Serotonin,” yang baru aja rilis lewat Armada Music.
Inspirasi di Balik “Serotonin”
Inspirasi album ini datang ke Joris selama masa COVID. Dari kebutuhan akan inspirasi selama lockdown, dia memutuskan buat membeli dan bereksperimen dengan synthesizer dan sampler baru, termasuk Oberheim OB-6 dan Prophet Rev2. Lewat eksperimen dengan mesin-mesin ini, Joris menemukan dirinya condong ke sound yang lebih hangat dan kaya, sambil kembali ke gaya penulisan musik yang terasa lebih hands-on.
Dorongan buat bikin musik yang berbasis piano dan synth ini banyak datang dari masa kecil Joris. Mendiang ayahnya, seorang komposer dan musisi, sering memainkan musik klasik di rumah dengan piano, dan Joris diajari main biola sejak kecil.
Perjalanan Menuju Musik Elektronik
Menariknya, ketika pertama kali kenal musik elektronik, Joris mengaku nggak terlalu terkesan. Dia lebih dulu jadi anak alternative rock dengan pendekatan “gitar dulu, elektronik belakangan”. Dari beat menggerinda Nine Inch Nails, dia kemudian menemukan act seperti Underworld dan The Chemical Brothers, yang jadi gerbangnya menuju salah satu cinta terbesarnya: Detroit techno.
Kisah Emosional di Balik Lagu “Moon”
Lewat Armada Music, Joris bisa terhubung dengan berbagai vokalis dan penulis lagu buat pembuatan “Serotonin”. Salah satu track favoritnya dari album ini adalah “Moon,” kolaborasi dengan penulis lagu asal Amerika, Nathan Nicholson. Ayah Joris, sang komposer dan musisi yang menginspirasi kecintaannya pada musik klasik dan piano sejak kecil, meninggal empat tahun lalu. Dalam proses menulis dan merekam “Moon,” Joris bekerja sama dengan Nathan soal tema lirik yang, tanpa disengaja, mencerminkan tema kesedihan, kerinduan, dan menjaga koneksi spiritual dengan orang-orang tercinta yang udah tiada.
Nasihat Buat DJ dan Produser Muda
Joris berbagi soal pentingnya paham alur penuh dari sebuah malam klub atau panggung festival. Dia berbagi pertanyaan penting buat dipikirkan: Siapa yang main sebelum kamu, dan mood apa yang mereka bawa? Gimana caranya kamu bakal melanjutkan itu — transisi yang halus, atau perubahan total?
Joris juga kasih saran ke sesama artis yang pengen menonjol dan berbagi demo ke DJ-DJ ternama. Dia bilang udah lama lebih suka pakai SoundCloud buat dapetin demo dari artis baru, dan mengaktifkan fitur download di track itu penting banget buatnya sebagai artis yang sering tur.
Di penutup wawancara, Joris berbicara soal menemukan inspirasi sebagai produser. Meski writer’s block itu nyata, katanya penting buat memperlakukan pembuatan musik sebagai sebuah latihan: latih otot kalian di studio sedikit setiap hari, dan ide-ide serta inspirasi yang lebih kuat bakal terbangun dari situ. “Nyala api kecil memulai kebakaran besar,” katanya bijak.
Kisah Joris Voorn ngebuktiin kalau proses kreatif itu emang butuh eksperimen, konsistensi, dan keberanian buat jujur sama emosi diri sendiri lewat musik. Kalau kalian juga pengen belajar meracik sound yang punya karakter dan cerita emosional kayak gini, yuk mulai perjalanan kalian bareng Sekolah DJ! Kuasai teknik produksi dan DJing dari basic sampai mahir, biar musik kalian juga bisa nyentuh hati pendengarnya. 🎹🎧

Comments