DJ Profile

Tiesto, Musisi Kawakan dengan Sederet Karya Beken

0

Tijs Michiel Verwest OON lebih akrab kita kenal sebagai Tiesto. Pria berkebangsaan Belanda berusia 50 tahun ini sudah lama malang-melintang di dunia musik dunia sebagai seorang DJ handal dan produser rekaman. Aktif sebagai musisi sejak 1994, tak mengherankan jika mengecek profil Tiesto berarti menyelami deretan karya yang telah di torehkan sehingga banyak meraih penggemar, termasuk di Indonesia.

Tiesto yang pernah manggung di Jakarta salah satunya pada 2013 ini menyabet penghargaan sebagai DJ Terbaik Sepanjang Masa oleh pembaca majalah Mix dalam sebuah voting. Pada 2013, dia turut disebut oleh pembaca DJ Mag sebagai DJ terbaik dalam 20 tahun terakhir.

Jika kalian penasaran mengapa Tiesto sampai mendulang begitu banyak pujian, baca yuk contoh karyanya sebagai kunci dari profil DJ Tiesto di artikel sekolahdj.com ini :

 

Jejak karir sukses Tiesto bermula pada 1994 saat ia mulai menelurkan bahan untuk sub label Noculan Records bernama Chemo dan Coolman. Tahun-tahun penting dalam karirnya terjadi pada 1997 dimana ia mendirikan perusahaan rekaman Black Hole Recordings bersama Arny Bink, dimana dia merilis Magik dan In Search of Sunrise¸ yang keduanya merupakan serial CD musik.

Mulai 1998 hingga 2000, Tiesto bekerjasama dengan Ferry Corsten di bawah nama Gouryella. Karya monumentalnya terjadi pada 2000 ketika dia melakukan remix Delerium yang berjudul “Silence” dengan menggandeng Sarah McLachan. Di situlah namanya mulai dikenal oleh banyak penggemar musik. Pada 2001, Tiesto mengeluarkan album solo pertamanya, In My Memory, yang mengandung beberapa track populer yang melambungkan namanya.

Tak lama paska merilis album studio keduanya, Just Be, Tiesto tampil secara langsung pada pembukaan Olimpiade 2004 di Athena, Yunani. Hal tersebut menjadikannya sebagai DJ pertama yang tampil secara langsung pada perhelatan Olimpiade. Album studio ketiga Tiesto yang berjudul Elements of Life berhasil memuncaki tangga lagu di Belgia dan pada “Billboard Top Electronics Albums” di AS. Bahkan album ini berhasil membawanya masuk ke dalam daftar peraih Grammy Award pada 2008. Album studio ke-4, Kaleidoscope telah dirilis pada 2009 diikuti oleh A Town Called Paradise pada 2014. Setelah sempat masuk nominasi, akhirnya Tiesto memenangkan Grammy Award untuk kategori Best Remixed Recording, Non-Classical untuk karya remix terhadap lagu populer John Legend, berjudul All of Me pada Grammy Award yang ke-57.

Ulasan Singkat Denon Dj Prime 4

Previous article

Profil The Chainsmokers, Duo dengan Segudang Penghargaan Musik Bergengsi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in DJ Profile